Minggu, 29 Mei 2016

ADA CINTA ALLOH DI BALIK SAKIT

Disusun Oleh: Musawahi Ega Nugraha (Mahasiswa STID Sirnarasa Prodi KPI)

PEMBACA setia yang  dirahmati Alloh SWT, sejatinya Alloh tidak akan menimpakan suatu ketetapan, baik nikmat atau ujian rasa sakit dan hal yang buruk, diluar batas kemampuan setiap hamba-Nya. Sungguh Alloh maha tau apa yang terbaik untuk kita.
Ketika kita menjenguk  salah seorang saudara kita yang sakit mungkin akan muncul rasa miris. Bisa jadi kita akan membayangkan, bagaimana kalau penderitaan tersebut menerpa kita.
Maka dari itu kita bisa menghiburnya dengan cerita-cerita lucu seperti berikut:
Ada tukang becak yang miskin, dia punya anak 3 istri 1. salah satu anak nya itu penyakitan, dan tiba tiba kambuh, terus si tukang becak itu bingung, dia ga ada duit buat bawa anaknya ke rumah sakit. tapi akhirnya dia bawa anaknya itu ke rumah sakit, dan soal biaya itu belakangan katanya. pas nyampe rumah sakit, dia dikacangin samape berapa jam sama suster. pertama tama si tukng becak masih sabar sama sikap si suster, tapi lama lama dia marah marah sama si suster dan bilang ke si suster kalo anaknya sekarat, sisuster bingung dan menelpon seseorang dan kemudan dia bilang ke tukang becak kalo dokternya itu udah nunggu di lantai tiga. ceritanya itu si tukang becak itu ngira kalo lantai tiga itu lantai yang cuma ada tiga, pas dia tau kalo lantai tiga itu bangunan, dia malu. pas mau kelantai tiga, dia nyari tangga tapi ga ada ada, yang ada cuma lift. berhubung dia ga bisa cara make lift, dia frustasi dan ngajak anaknya itu kerumah sakit yang ada tangganya.
Ini tambahannya 1 lagi jika kurang menghibur: 
Seorang nenek yg sedang chek up di rumah sakit ingin mempertanyakan penyakiitnya , Dokter: ada keluhan apa nek ?? Nenek : sya menderita kencing manis kemariin ! Tpi sya sudah berobat ke klinik tong fang . Dokter : trus hasilnya bgmna ? Nenek : hasilnya kencing manis sya pindah ke muka sya dan saya tambah manis dan kelihatan muda :D
Kita harus memaknai semua ujian sakit dan kesulitan hidup itu sebagai bentuk cinta Alloh kep
ada kita. Kok  bisa demikian? Tentu saja tergantung bagaimana kita menyikapinya. Dalam arti kita harus berkeyakinan bahwa bisa jadi dengan sakit itu kita dipanggil oleh Alloh untuk berdo’a memohon pertolongan-Nya. Bisa juga kita diingatkan oleh Alloh untuk senantiasa berdzikir menyebut nama-Nya. bukankah dzikir adalah intinya ibadah. Dengan berdo’a dan dzikir kepada Alloh itu menunjukan bahwa kita bergantung kepada Alloh dan berkeyakinan bahwa hanya Alloh-lah yang berhak mengabulkan do’a.
Bukankah juga  dengan sebanyak mungkin menyebut nama-Nya, berarti kita juga berdzikir. Bukankah dalam penderitaan itu serasa Alloh begitu penting, Alloh swt begitu sempurna dan kita adalah makhluk-makhluk  yang lemah. Dengan menyadari kelemahan, kekurangan, dan kelalaian kita terhadap Alloh dapat meningkatkan ketaatan kita kepada-Nya.
Tapi, tentu saja bukan berarti kita  tidak berusaha mencapai kesembuhan. Upaya-upaya lahir untuk berwasilah secara benar, seperti ke dokter, psikolog, tentu menjadi sebuah keharusan. Tapi pada puncaknya, kita harus yakin bahwa yang berhak menghadirkan kesembuhan adalah Alloh swt.
Pada bagian lain kita pun harus sadar bahwa sakit adalah sunatulloh setiap manusia. Jika kita bisa menata hati menghadapi sakit, maka kita akan berbaik sangka kepada Alloh. Itulah bukti cinta Alloh kepada hamba-Nya bahwa dengan sakit itu ia pun berjanji akan mengampuni dosa hamba-Nya, tentu jika sabar menjalaninya, Alloh berfirman dalam Al-Qur’an surat Asy Syura (42) ayat 30, “Wa maa ashabakum min musiibatiin fabimaa kasabat aidiikum waya’fuu an katsir”. (Dan kami memberikan musibah yang disebabkan oleh perbuatan tanganmu dan untuk mengampuni sebagian dari dosamu).

Mudah-mudahan, jika kita saat ini “dititipi” sakit, hati kita senantiasa sabar dan berbaik sangka kepada Alloh SWT. Semoga dengan kesabaran itulah, justru Alloh akan mengganti sakit itu dengan kesembuhan dan kejernihan iman. Insya Alloh.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar